MANAJEMEN PERAWATAN ALAT BERAT (REALIBILITY, MTBF, MTTR, PA dan MA)

MANAJEMEN PERAWATAN ALAT BERAT (REALIBILITY, MTBF, MTTR, PA dan MA)
Kata “reliability” terjemahan Indonesianya adalah kehandalan, reliable berarti handal. Namun definisi formalnya dari reliability adalah : peluang sebuah komponen, sub-sistem atau sistem melakukan fungsinya dengan baik, seperti yang dipersyaratkan, dalam kurun waktu tertentu dan dalam kondisi operasi tertentu pula.

Karena mengandung komponen peluang, maka secara inheren didalamnya ada masalah statistik termasuk : 1. Uncertainty, 2. Probability, 3. Probability Distributions (Weibull, Normal, Exponensial, Log-normal, dsb).


Karena mengandung komponen “melakukan fungsi dengan baik”, maka didalamnya secara inheren pula terdapat faktor kegagalan sistem. Sebab peluang kegagalan dari sebuah mesin (misalnya) adalah kebalikan dari peluang kehandalannya seperti digambarkan dalam ekspresi matematik (cumulative damage/failure distribution function) sbb :


 Pf (t) = 1 – R(t) atau R(t) = 1 – Pf(t)


Jadi jika kehandalan sebuah mesin adalah R =90%, maka peluang kegagalan cumulativenya adalah Pf = 10%, atau sebaliknya.


Reliability mengandung komponen waktu, artinya sebuah komponen yang reliable sekarang belum tentu reliable satu tahun kemudian jika ada : 1) mekanisme kerusakan yang beroperasi (”operative damage mechanism”) dan 2) dengan laju kerusakan tertentu (misalnya laju korosi atau aus 0.01 mm/year).


Reliability mengandung faktor komponen atau sub-sistem, artinya untuk mengevaluasi sebuah sistim yang lebih besar (terdiri dari subsistem atau kompenen), maka relabilty masing-masing komponen penunjang haruslah dihitung terlebih dahulu baru kemudian dijumlahkan (atau dikalikan) sesuai dengan hubungan seri, paralel (atau keduanya) dengan mengacu pada teori penjumlahan / kombinasi peluang (De Morgan’s Rule, Bayes Theorem, dsb). Dari sini terlihat bahwa teori reliability kadang-kadang melibatkan perhitungan matematika / statistika yang rumit.


Berbicara reliability juga sama artinya dengan berbicara risk (resiko), sebab resiko didefiniskan sebagai :


Risk = Probability of Failure X Consequency of Failure


Jadi salah satu komponen resiko adalah kebalikan dari reliability (Probability of Failure), oleh sebab itu jika bicara reliability selalu dikaitkan dengan resiko.


Jika berbicara dari sisi teknik mesin, reliability dapat berarti melihat kehandalan sebuah mesin (rotating machine) melakukan fungsinya tanpa mengalami kegagalan. Dalam bahasa tekni mesin reliability biasanya dikaitkan dengan konsep maintenance seperti MTBF (mean time between failure), atau RCM (Reliability-centered Maintenance), suatu konsep maintenance yang relatif baru di Indonesia. Dengan reliability dapat ditentukan, secara statistik, remaining life dari komponen mesin sehingga dapat dijadwalkan program repair, replacement, dll.





MTBF (Mean Time Before Failures)= jarak rata-rata antara kerusakan


formula MTBF = Kurun Waktu dibagi dengan Jumlah Kerusakan yang Terjadi


MTTR = Waktu rata-rata yang dibutuhkan untuk reparasi


Formula MTTR = Jumlah Waktu Reparasi dibagi dengan Jumlah Reparasi


yang diharapkan adalah meningkatnya MTBF dan menurunkan MTTR


Studi Kasus


Data historis suatu unit

a. hari ke 0 s.d hari ke 100 : up-time
b. hari ke 100 s.d hari ke 107 : down time
c. hari ke 107 s.d hari ke 197 : up-time
d. hari ke 197 s.d hari ke 200 : down-time
e. hari ke 200 s.d hari ke 290 : up-time
f. hari ke 290 s.d hari ke 291 : down-time
g. hari ke 291 s.d hari ke 390 : up-time

jumlah kejadian up-time = 4

lama total up-time = 100+90+90+99= 379 hari

MTBF = kurun waktu / jumlah kerusakan 

= 379/4 = 94.75 hari

Formula untuk menghitung Mean Time to Fail (MTTF) sama dengan MTBF. Bedanya terletak pada penggunaannya. MTBF untuk item yang bisa di-repair, sedangkan MTTF untuk item yang tidak di-repair seperti bearing dan transistor


Formula MTBF tersebut di atas hanya untuk estimasi saja. Formula tersebut hanya berlaku bila diasumsikan laju kegagalannya konstan. Bila diinginkan perhitungan yang lebih tepat dapat menggunakan grafik Weibull.


Kita lanjutkan ke perhitungan Mean Down Time (MDT) dan Mean Time to Repair (MTTR). Dari data di atas, dapat dihitung jumlah kejadian down-time adalah 3. Lama down-time total = 7 + 3 + 1 = 11 hari. MDT = (lama down-time total)/(jumlah down-time) = 11/3 = 3.67 hari.



MisKonsepsi mengenai MTBF

Pada umumnya orang mengira bahwa MTBF sama dengan usia operasional suatu produk sebelum produk tersebut mengalami kegagalan atau kerusakan. Faktanya MTBF hanya merupakan hasil angka pengolahan perhitungan statistik yang menunjukkan perkiraan berapa produk tersebut masih berfungsi atau gagal selama periode penggunaan produk. MTBF disini menunjukkan reliabilitas suatu produk bukan usia operasional suatu produk



MA (MECHANICAL AVAILABILITY)

MA adalah ketersedian Equipment / Unit pada saat Operasi, adapun beberapa factor yang dapat mempengaruhi nilai/Value MA itu sendiri adalah


1. Total Jam operasi (dalam 1 siklus operasi, Contoh: Bulan, tahun)

2. Total Down Time 

Fungsi dari perhitungan MA itu sendiri adalah untuk:


1. Mengetahui Ketersediaan operasi dalam satu siklus operasi unit terhadap down time


2. Dapat memberikan analisa secara umum mengenai Down time


3. Sebagai data pendukung untuk Equipment unit


4. Sebagai alat ukur untuk mengetahui kehandalan unit


Langkah untuk menaikan nilai MA yang di harapkan adalah dengan:


1. Menurunkan nilai MTTR (Mean Time To repaire) Sekecil Mungkin


2. Menaikan Nilai MTBF (Mean time Between Failure) sesuai standart yang telah di tentukan


3. Menunda pekerjaan trouble yang masih dalam batasan toleransi di satukan dalam satu pekerjaan Preventive Maintenance Schedule (BACKLOG)


4. Menurunkan Nilai MTTO (Mean Time To Overhaule)


5. Melakukan penjadwalan perawatan unit dengan optimal



Physical Availability (PA) dengan pengertian berapa persentase unit itu tersedia untuk digunakan tanpa terganggu oleh kerusakan atau perbaikan secara terencana (Schedule) maupun tidak terencana. Kerusakan di dalamnya juga bisa termasuk kerusakan yang non technical seperti misalnya unit rusak dikarenakan terjadinya accident ini akan mempengaruhi ketersediaan secara fisik


Mechanical Availabilty (MA). MA ini hanya akan menghitung ketersediaan unit yang di pengaruhi oleh kerusakan atau perbaikan secara technical. 


Penggunaanya tergantung dari kebutuhan , orientasi unit itu digunakan untuk produktivitas tentunya akan tetap menggunakan PA sebagai indicator-nya. Beda untuk konsumsi "bengkel" itu sendiri maka MA akan lebih sesuai digunakan sebagai indikator keberhasilan maintenance.

KONSEP PERENCANAAN TAMBANG / MINE PLAN DESIGN

1. Faktor Pemilihan Jenis Tambang

KONSEP PERENCANAAN TAMBANG / MINE PLAN DESIGN
A. SR
B. Teknologi
C. Lingkungan dan Amdal
D. Keahlian
E. Modal

2. Metoda Penambangan

A. Karakteristik deposit
B. Karakteristik Material
C. Pertimbangan topografi
D. Pertimbangan geoteknik dan hidrologi
E. Pertimbangan Ekonomis
F. Pertimbangan Lingkungan
G. Ketersediaan alat
H. Tingkat produksi
I. Kualitas bijih/coal yang diharapkan
J. Jarak buang dari Pit ke disposal/crusher

3. Tahapan Desain Dan Perencanaan Tambang

A. Validasi data ( geologi, topo, jumlah data )
B. Model geology ( geological resources, bentuk cadangan, kualitas, dsb )
C. Cut of grade / Optimum Pit limit
D. Penentuan metoda penambangan
E. Pembuatan lay out tambang dan design
F. Perhitungan blok cadangan
G. Pembuatan blok cadanga
H. Pembuatan schedule produksi
I. Penentuan urutan (sequence) penambangan
J. Penentuan sistem drainase
K. Analisa lingkungan dan rencana rehabilitasi

4. Data dan Model Geologi

A. Data Geologi
1. Topo lapangan
2. Data bor
3. Struktur Geologi

B. Model Geology
1. Penampang geology (section)
2. Peta struktur, ketebalan dan kualitas (2 dimensi)
3. Model kualitas (3 dimensi)

C. Data Geoteknik
1. Densitas batuan (wet and dry)
2. Sudut geser dalam
3. Kohesi
4. Struktur lapisan geologi (misal joint)

D. Stabilitas lereng
1. Tinggi bench
2. Kemiringan lereng : overall slope dan individual slope
3. Safety factor
4. Geotec data

E. Model hidrology dan geohidrologi
1. Curah hujan (air permukaan)
2. Permeabilitas batuan
3. Catchment area
4. Ground water (air tanah)

5. Penentuan Batas Penambangan

A. Optimum SR
B. Batas tambang
C. Batas disposal
D. Batas lain : sungai, jalan

6. Pemilihan Alat dan Metode Penambangan

A. Parameter pemilihan alat
1. Kondisi tanah dan batuan
2. Target produksi
3. Karakteristik material
4. Tebalan dan kemiringan coal/ore
5. Jarak angkut
6. Topo
7. Cuaca

B. Parameter Metoda Penambangan
1. Dimensi lokasi kerja
2. Urutan penambangan
3. Rencana produksi
4. Lebar jalan/ramp
5. Grade jalan
6. Lokasi awal penambangan
7. Management disposal (in and out pit dumping system)

C. Layout dan Design Tambang
1. Desain pit
2. Desain ramp
3. Desain disposal
4. Desain jalan
5. Drainase, dll

7. Perencanaan Tambang

A. Produksi
1. Target produksi
2. Produktivitas
3. Jumlah alat

B. Jam Kerja
1. Kalender kerja
2. Shift kerja
3. Total jam kerja setahun

8. Drainase Tambang

A. Drainase bench dan sump
B. Pemilihan pompa
C. Pengolahan aliran air
D. Pembuangan lumpur

9. Dampak Lingkungan dan Rehabilitasi

A. Top soil stockpiling
B. Rencana rehabilitasi
C. Penanganan air limbah

Tips Interview Via Telephone

1. Miliki Informasi Tertulis di Depanmu



Tips Interview Via Telephone
Kamu harus mempersiapkan segala sesuatu yang mendukung interview untuk memperbesar peluangmu untuk diterima, seperti iklan lowongan kerja, catatan kuliah, resume kerjamu, profil perusahaan, deskripsi posisi yang di iklankan, dan daftar pertanyaan yang harus diajukan ketika harus mengajukan pertanyaan. Siapkan juga alat tulis dan kertas, jangan lupa juga untuk mencatat nama interviewer agar bisa kamu ingat dan gunakan sepanjang interview.


2. Carilah Tempat Yang Tenang


Kamu harus mengangkat telepon di tempat yang tenang supaya tidak terganggu. Pastikan radio, dan televisi dimatikan, karena hal ini yang paling menyebabkan kamu merasa tergganggu. Pastikan laptop/gadget kamu terkoneksi dengan internet untuk stand-by di search engine seperti Google-Yahoo-Bing untuk memudahkan kamu mencari informasi secepatnya.


3. Bicaralah dengan Jelas

Sadarlah kalau interviewer mungkin menghidupkan speaker telepon dan kualitas suara yang mereka dengarkan bisa saja tidak jelas. Jadi, jangan terburu-buru, mainkan nada dan volume suara sebaik mungkin, karena itu menjadi bagian dari penilaian interviewer.


4. Buat Suara Kamu Terdengar "Kuat"

Keliahatannya aneh kan, kuat disini bukan berarti kamu harus teriak atau meluap-luap, namun lebih ke arah antusias. Jangan pernah saat diwawancara via telepon kamu sedang mengunyah permen karet atau sedang makan. Dan Cobalah untuk tersenyum, namun secukupnya saja, itu bakal menambah kekuatan suara anda menjadi lebih "kuat".


5. Latihan Sebelum Interview

Cukup dengan wawancara face to face saja dengan temanmu, kamu harus mempersiapkan dirimu sebaik mungkin untuk mengantisipasi wawancara via telepon. Tulislah beberapa catatan penting sebelum memulai latihan, seperti pertanyaan-pertanyaan yang biasa sering diajukan ketika wawancara. Pada intinya, buatlah situasi dan kondisi wawancara sebaik mungkin.

TUTORIAL TAMBANG : PENGGUNAAN SOKKIA

TUTORIAL TAMBANG : PENGGUNAAN SOKKIA
Alat Ukur Survey
Bagi seorang surveyor tambang,biasanya dituntut untuk dapat mengoperasikan berbagai jenis alat ukur serta proses perhitungannya sekaligus. mulai dari alat ukur manual seperti waterpass,Theodolith T0,T2 sampai ke alat ukur yang memakai sistem komputer seperti Total Stasion dan sebagainya.
Bagi anda yang belum pernah menggunakan alat Total Stasion Sokkia, berikut ini saya tuliskan langkah2 penggunaan Total stasion jenis sokkia set2,set3 dan set4 mudah2an dapat menjadi acuan dasar atau sebagai bahan penyegar ingatan anda di lapangan.





1. PROJECT SETUP

- Tekan   MENU  => 1. Configurasi
                                  2. Card
                                  3. Code
- Pilih 2 ,              =>      Card
                                      Job/File
                                      Yes/No (Exit)
- Tekan Yes,         =>  1. Create
                                   2. Select
                                   3. Delete
- Pilih 1,               =>    A  B C D E  F G H  I  J
                                    0  1  2  3  4  5  6  7  8  9
  Bikin nama job sesuai keinginan misal AB dengan menekan tombol 0 dan 1
   Tekan  :  ENT   YES
                 SHIFT
-    Keluar
-    Tekan  CE-CA  2x
Pembuatan  Project sudah selesai.

2. INPUT DATA PENGUKURAN

1.    Masukan Tinggi Alat :
   - Tekan    ENT          ,   tekan gambar tinggi alat
                  SHIFT
   Akan keluar :         Instr
                                Ht. 1.357 m  -  isi sesuai dengan ukuran tinggi alat yang anda pasang.
2.    Masukan tinggi reflector BS
    - Tekan   ENT
                   SHIFT       ,   tekan gambar tinggi reflector
  Akan keluar :         Target
                               Ht. 1.5 m  -ganti sesuai dengan tinggi target.
- Tekan    ENT
                SHIFT      

3. INPUT DATA KOORDINAT


1.    menu
2.    Pilih 2/CARD
      ▲
      ▼ Tekan Tombol   S-O  ,   sampai keluar
                                            
      ▲     Card
      ▼     Data Write
               Yes / no  (Exit)
 3.  Tekan     ENT
                     SHIFT
       :  JOB   AB
          Yes / no (select)
  4.  Tekan     ENT
                      SHIFT    
 N          0.000
 E           0.000
 Z           0.000
  5.  Masukan Koordinat Nort  /   Y  ,   tekan     ENT
                                                                          SHIFT
  6.  Masukan koordinat East   /   X  ,   tekan     ENT
                                                                         SHIFT  
  7.  Masukan Tinggi  Z                    ,   tekan      ENT
                                                                         SHIFT  

               POINT

        No.   1   (dicatat dibuku ukur)
       Tekan Tombol  1 ,  lalu  ENT
               ▲     PRESS        ABCDEFGHIJ
               ▼                         1 2 3 4 5 6 7 8 9

   CODE
    Isi code titik tersebut  :  contoh   AB
    Tekan    0 , 1    lalu     ENT
    Data ok ?
    Yes / No
     Tekan      ENT
                    SHIFT  
    Selanjutnya masuk koordinat berikut seperti tahap tersebut diatas,
    Setelah semua masuk Tekan   CE – CA  4x   sampai keluar
    Replay  :     Pres Funcion
                       Keys to Select
                       Operation

4. MEMBUAT STATION BACKSIGHT   

      1. Tekan      ENT         +     S-O         ,   sampai keluar    :
                         SHIFT             
                                          
    1.  Station
    2.  Backsight
    3.  S – 0  point
      2. Pilih 1
    ▲     Coord. file
    ▼
                   AB
                   Yes / No    (Exit)
 3. Tekan      ENT
                    SHIFT 
          Sta Point
          No. 1
      4. Isi nomor point titik tsb , tempat berdiri alat
          Mis : 1
          Tekan 1, cek ENT
          Muncul pada layar koordinat titik 1
     N  1000
     E   1000
     Z    100
      5. Pilih 2
      6. Tekan CECA 1X
      7. Arahkan alat ke Target BS
      8. Orientasikan alat dengan menekan :
       ENT     
      SHIFT    +   6
          Muncul
          ZA   90 20 10
          HAR 30 40 50
      9. Ukur jarak datar/miring dengan menekan tombol 7 atau 8
    10. Ukur koordinat BS dengan menekan tombol 4
  11. Rekam data dengan menekan

       
    Select N,E,Z + S,V,H  ( tergantung data yang akan dipakai)

      Tekan        ENT     
        SHIFT

Semoga  bermanfaat untuk sobat miner ....

Faktor Yang Mempengaruhi Penggunaan Bahan Bakar Pada Suatu Unit


Sobat Miner pasti pernah dipusingkan dengan masalah penggunaan bahan bakar atau solar bagi miner yang sudah bekerja di perusahaan tambang. Saya mencoba untuk memberikan pengantar materi tersebut dan selanjutnya akan saya coba kupas lebih dalam lagi di artikel selanjutnya. 

1. Sistem Penggerak


Daya mesin (engine horsepower) dan operating gear merupakan faktor utama yang menentukan besar tenaga yang tersedia untuk drawbar pada mesin. Daya mesin tersebut dihasilkan oleh bahan bakar solar dan oksigen melalui sistem pembakaran self-ignition di dalam silinder mesin. 


Faktor Yang Mempengaruhi Penggunaan Bahan Bakar Pada Suatu UnitMesin menggerakkan torque converter yang menggerakkan transmisi untuk kemudian menggerakkan diferensial. Melalui diferensial tersebut, roda gigi dan roda ban kendaraan digerakkan. Bahan bakar jenis High Speed Diesel (HSD) atau yang biasa dikenal dengan bahan bakar solar mempunyai nilai kalor sekitar 37 MJ/Liter. Daya keluaran dari mesin pada roda gaya dengan kecepatan rpm dapat dinyatakan sebagai flywheel horsepower (fwhp). Daya keluaran mesin (fwhp) menjadi daya masukan bagi sistem transmisi. Sistem ini terdiri dari drive shaft, transmission, planetary gears, drive axles dan drive wheels.

2. Rimpull/Tracktive Effort


Rimpull merupakan besarnya gaya/kekuatan tarik yang dapat diberikan oleh mesin suatu alat/unit kepada permukaan roda atau ban penggeraknya yang menyentuh permukaan jalur jalan. Rimpull dinyatakan dalam pounds (lbd) dan dapat dihitung dengan formula :


RP = (1.379.437,87 x fwhp x E) / v

dimana v samadengan kecepatan kendaraan (m/s) dan E adalah efisiensi mesin

Dari persamaan diatas dapat dilihat bahwa flywheel horsepower (fwhp) berbanding lurus terhadap rimpull dan kecepatan kendaraan. Rimpull digunakan untuk mengatasi total tahanan yang menghambat pergerakan kendaraan dan mempercepat laju kendaraan.

Total energi dari sebuah mesin kendaraan yang dirancang untuk membawa muatan dapat dikonversikan menjadi rimpull apabila didapatkan traksi yang cukup antara roda kendaraan dan permukaan jalan. Jika tidak terdapat traksi yang cukup maka daya total yang dihasilkan mesin tidak bisa digunakan karena roda kendaraan akan mengalami slip pada permukaan jalan.

Materi Kuliah Geoteknik Terowongan/Tunneling Part 2

1. Penyelidikan Geoteknik Sebelum Konstruksi Terowongan

Penyelidikan geoteknik adalah elemen yang sangat penting dalam perencanaan dan pelaksanaan sebuah terowongan. Dengan data geologi yang memadai dapat ditentukan desain terowongan yang sesuai, metode pelaksanaan yang paling optimal, biaya pelaksanaan yang paling rasional serta persiapan yang sebaik – baiknya direncanakan aspek keamanan pelaksanaan. Biaya pelaksanaan akan sangat berpotensi membengkak karena kurang tersedianya data geologi.


Secara spesifik tujuan penyelidikan tersebut adalah untuk :
a.      Menentukan stratifikasi tanah atau batuan pada jalur terowongan.
b.      Menentukan sifat fisik batuan.
c.       Menentukan parameter desain untuk batuan dan tanah.
d.   Memberikan kepastian setinggi – tingginya bagi suatu proyek dan dan memberi wawasan kepada engineer mengenai kondisi yang mungkin terjadi saat pelaksanaan.
e.      Mengurangi unsur ketidakpastian bagi kontraktor.
f.       Meningkatkan keselamatan kerja.
g.  Memberi pengalaman bekerja sehingga dapat memperbaiki kualitas – kualitas keputusan di lapangan.


2. Dalam penyelidikan lapangan yang harus dilakukan adalah sebagai berikut:

a.       Tinjauan literatur

  1.         Dilakukan sebelum berangkat ke lapangan
  2.      Cari informasi yang pernah dipublikasikan mengenai geologi, tanah, air tanah, sejarah seismik, struktur
  3.         Untuk kota, informasi daerah penimbunan lama atau alterasi pola penirisan.
  4.         Peta geologi →Litbang geologi, geoteknologi LIPI


b.        Studi foto udara 

  1.         Untuk melihat kondisi lokasi dari jarak yang jauh dan luas.
  2.      Analisis geomorfis dan sifat-sifat batuan dari evaluasi respon batuan terhadap lingkungan
  3.     Teknik pemotretan : vertikalitas dan kemiringan, fotografi warna,infra merah, radar.
  4.         Topografi lereng yang terdiri dari dua tipe dapat dikenali
  5.       Mudah dikenali adanya tanah longsor, patahan, struktur geologi seperti antiklin- sinklin, dome.

  

c.         Peninjauan geologi permukaan

  1.      Untuk mengetahui jenis dan penyebaran batuan dilokasi berupa ketebalan, sifat fisik dan mekanis di lapangan.
  2.         Terdiri dari pemetaan batuan dasar dan pemetaan geologi teknik.
  3.         Peta batuan : litologi dan batas-batasnya serta struktur geologi
  4.     Peta geologi teknik : singkapan batuan dan derajat pelapukan, material bahan bangunan


d.        Survei geofisika

  1.           Keuntungan : tidak merusak obyek yang diselidiki, cepat dan unit costnya rendah.
  2.           Kerugiannya : ketelitian rendah
  3.           Dilakukan sebelum pemboran → untuk menentukan lokasi pemboran
  4.           Teknik yang umum digunakan neutron density dan teknik gamma.
  5.           Metode yang digunakan : seismic refraction, survei resistivity.


e.         Pemboran eksplorasi

Pemboran merupakan metoda yang paling umum untuk eksplorasi detil, seperti keterangan yang spesifik dari batuan,variasi material dan sifat-sifat fisiknya.
Daerah yang memerlukan eksplorasi lebih detil adalah :
  1.             Portal
  2.          Topografi rendah di atas terowongan, yang biasanya menggambarkan struktur batuan lemah.
  3.             Tipe batuan dengan potensial pelapukan yang dalam
  4.             Di daerah yang banyak air
  5.             Daerah geser


f.         Sumur uji

g.        Pengujian in-situ

h.        Pengujian laboratorium

i.         Pengujian model skala penuh

j.         Tahap konstruksi

k.        Pengamatan pasca konstruksi



Materi Kuliah Geoteknik Terowongan/Tunneling Part 1

Terowongan adalah sebuah tembusan di bawah permukaan tanah atau gunung. Terowongan umumnya tertutup di seluruh sisi kecuali di kedua ujungnya yang terbuka pada lingkungan luar. Beberapa ahli teknik sipil mendefinisikan terowongan sebagai sebuah tembusan di bawah permukaan yang memiliki panjang minimal 0.1 mil, dan yang lebih pendek dari itu lebih pantas disebut underpass.

Di Inggris, terowongan bawah tanah untuk pejalan kaki atau transportasi umumnya di sebut subway. Istilah ini digunakan di masa lalu, dan saat ini sering di sebut underground rapid transit system.  Berdasarkan fungsinya, terowongan dapat dibedakan menjadi dua jenis, yaitu:

a.         Terowongan lalu lintas (traffic)

Beberapa penggunaan terowongan untuk lalu lintas diantaranya:
-     Terowongan kereta api
-     Terowongan jalan raya
-     Terowongan navigasi
-     Terowongan tambang

b.      Terowongan angkutan

Diantaranya adalah :
-     Terowongan pembangkit tenaga listrik (hydro power)
-     Terowongan water supply
-     Terowongan sewerage water
-     Terowongan untuk utilitas umum

Hal yang perlu diperhatikan dalam pembuatan terowongan yaitu :
-     Lokasi
-     Metode konstruksi
-     Material

-     Kegunaan

 Rancangan terowongan perlu memperhatikan :
1.   Massa batuan yang komplek ; gaya-gaya yang dihasilkan oleh redistribusi tegangan awal.
2.  Sifat-sifat material di sekitar, kemungkinan failure / keruntuhan di struktur bahan dan kekuatan batuan.

"Rencana rekayasa yang baik adalah rancangan yang seimbang dalam semua faktor yang saling berkaitan, meski tidak selalu dapat dikualifikasi tapi selalu di masukkan dalam perhitungan."

Pembuatan terowongan menggunakan mesin bor, mesin bor memungkinkan terowongan dibuat tanpa harus menggali area di atas lokasi yang akan di jadikan terowongan. Mesin bor melubangi tanah sepanjang lokasi terowongan. Mesin bor bisa dioperasikan secara otomatis selama proses konstruksi terowongan, dan dapat menembus hampir seluruh jenis bebatuan. Mesin bor yang pertama kali digunakan adalah mesin yangmembangun terowongan rel Fréjus antara Prancis dan Italia melalui pegunungan Alpen tahun 1845.

Tunneling

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...